Kamis, 03 Juli 2008

Jelang Pemilu, di Negeri-koe Banyak Orang Peduli Rakyat

ada pemilu rakyat didekati ....
tidak ada pemilu rakyat dijauhi ....

Sepenggal kalimat diatas merupakan sebuah ungkapan yang barangkali lebih tepat untuk menggambarkan siklus fenomena yang terjadi di negeri-koe ini setiap periode lima tahunan yaitu pemilu. Kepedulian terhadap rakyat adalah “produk” yang paling sering dijual oleh para pihak-pihak yang memiliki kepentingan agar dapat memenangkan pesta lima tahunan tersebut. Sebuah kenyataan yang sebenarnya terkandung wanginya kemunafikan dari pihak-pihak tersebut, karena bagaimana akan memahami makna kepedulian terhadap rakyat kalau mereka tidak mau mengerti terhadap beban penderitaan rakyat yang selama ini dialaminya.

Senin, 30 Juni 2008

Demonstrasi Tanpa Anarkisme


Demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi/pendapat terhadap suatu kebijakan/keputusan yang telah dikeluarkan oleh para pengambil keputusan di dalam suatu organisasi. Jika ditinjau dari sudut demokrasi, suatu demonstrasi merupakan bentuk kebebasan berpendapat mengeluarkan pendapat sebagai alat kontrol terhadap sebuah keputusan maupun kebijakan agar keputusan/kebijakan tersebut sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama. Pada lingkup negara, penyampaian aspirasi yang dimaksud terkait dengan keputusan/kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, sedangkan penyelenggaraan suatu demonstrasi itu sendiri di tiap-tiap negara terikat oleh aturan main yang dibuat oleh masing-masing negara dengan mengacu pada norma-norma sosial kemasyarakatan.

Senin, 23 Juni 2008

Negeri-koe adalah Negeri Penuh Misteri


Adalah sebuah misteri jika sampai saat ini, masih banyak rakyat negeri-koe ini masih merasakan lapar meskipun hidup di dalam “lumbung padi”.

Adalah sebuah misteri, jika masih ada rakyat yang harus mengantri minyak di tengah-tengah “ladang minyak”.

Adalah sebuah misteri, jika rakyat harus meninggalkan “negeri emas’, hanya untuk memperoleh “tembaga” di negeri lain.

Rabu, 18 Juni 2008

Benarkah Korupsi Sudah Menjadi Sebuah Industri Baru di Negeri Ini ?


Sungguh tergelitik hati ini setelah mendengar ungkapan “industri korupsi” dalam sebuah acara diskusi di sebuah media televisi yang mengupas tentang kondisi korupsi yang terjadi di negeri ini. Ungkapan tersebut tentu saja menyiratkan bahwa korupsi bukan lagi menjadi tradisi tetapi sudah dijadikan sebagai ajang bisnis yang profit oriented dan terorganisir secara profesional. Kalau memang benar seperti ini kondisinya, maka tidak dapat dipungkiri banyak “investor” yang tertarik untuk menanamkan investasinya di sektor industri korupsi ini.

Melalui pendekatan industri, maka ada 3 (tiga) kata kunci yang dapat digunakan dalam menilai kondisi korupsi di negeri ini, yaitu :

Selasa, 10 Juni 2008

Ciptakan Indonesia Damai !!!

(ketika negeri ini terbalut dalam pertikaian .....)

kami ingin Indonesia ini damai
damai dalam keanekaragaman
aneka ragam dalam kedamaian .....

Berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, sudah seharusnya membuat kita semua malu baik kepada diri kita sendiri, kepada anak-anak kita, kepada para pendahulu kita, kepada negara-negara lain ....... dan yang pasti malu kepada Pencipta kita

Malu kepada diri kita, karena telah terkalahkan oleh hawa nafsu sang iblis untuk saling bertikai ...... mengapa begitu mudahnya kita sebagai manusia sebagai mahluk yang mulia menurunkan derajat diri kita sendiri.