
Menjelang pemilu yang tinggal beberapa saat lagi, di negeri ini banyak sekali bermunculan politikus baru yang mendeklarasikan dirinya sebagai ”pembela rakyat”. Ibarat sebuah panggung opera, negeri ini sedang mempersiapkan sebuah episode yang berjudul pesta demokrasi. Banyak pihak yang saling berebut untuk mendapatkan peran sebagai “pendekar-pendekar rakyat” agar mereka mendapatkan simpati dari para “penonton” opera tersebut.
Pesta demokrasi memang seakan memiliki daya tarik tersendiri bagi para politikus untuk mendeklarasikan dirinya sebagai “pejuang rakyat”. Kenyataan ini memang tidak dapat dipungkiri, karena berdasarkan konstitusi rakyatlah sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Rakyat memang pemilik negeri ini dan untuk mengelolanya, konstitusi telah mensyaratkan adanya wakil-wakil rakyat.
Pesta demokrasi memang seakan memiliki daya tarik tersendiri bagi para politikus untuk mendeklarasikan dirinya sebagai “pejuang rakyat”. Kenyataan ini memang tidak dapat dipungkiri, karena berdasarkan konstitusi rakyatlah sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Rakyat memang pemilik negeri ini dan untuk mengelolanya, konstitusi telah mensyaratkan adanya wakil-wakil rakyat.
